Krenceng, Kejobong – Ramadhan selalu menjadi bulan yang dinanti penuh harap oleh keluarga besar SD Negeri 2 Krenceng, Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.
Di bulan penuh berkah ini, ada satu program unggulan yang senantiasa menghangatkan hati dan menguatkan kepedulian sosial seluruh warga sekolah, yaitu Program Sedekah Subuh.
Program ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.
Sejak awal digagas, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas Ramadhan, tetapi telah tumbuh menjadi budaya kebaikan yang melekat dalam jiwa peserta didik.
Menjelang datangnya bulan suci, suasana sekolah tampak berbeda. Anak-anak dengan penuh semangat membuat celengan Sedekah Subuh dari kertas yang dihias dengan kreativitas masing-masing.
Ada yang berbentuk masjid, kotak karakter, hingga miniatur rumah sederhana. Warna-warni hiasan tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan simbol niat tulus untuk berbagi.
Setiap pagi selama bulan Ramadhan, peserta didik menyisihkan sebagian uang sakunya untuk dimasukkan ke dalam celengan.
Nominalnya mungkin kecil, tetapi semangat dan keikhlasannya begitu besar. Dari kebiasaan sederhana inilah nilai keimanan, kepedulian, dan empati sosial ditanamkan secara nyata.
Dukungan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Salah satu wali siswa, Ibu Siti Aminah (wali siswa SDN 2 Krenceng), menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu dengan adanya program Sedekah Subuh ini. Anak-anak jadi terbiasa berbagi sejak dini.
Bahkan di rumah mereka sering mengingatkan kami untuk bersedekah. Program ini sangat positif karena bukan hanya mengajarkan teori agama, tetapi langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Di akhir Ramadhan, seluruh celengan dikumpulkan dan dibuka bersama. Momen ini selalu menjadi saat yang penuh haru dan kebanggaan.
Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan dalam bentuk sembako dan dibagikan kepada anak-anak yatim serta warga yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.
Kepala SDN 2 Krenceng turut menyampaikan dukungan dan harapannya terhadap keberlanjutan program ini.
“Program Sedekah Subuh bukan sekadar kegiatan Ramadhan, tetapi merupakan bagian dari pendidikan karakter di sekolah kami.
Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Alhamdulillah, dukungan dari wali siswa sangat luar biasa sehingga program ini dapat terus berjalan hingga tahun keempat,” ungkap beliau.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga inilah yang menjadi kekuatan utama keberlangsungan program ini. Lebih dari sekadar kegiatan berbagi, Sedekah Subuh di SDN 2 Krenceng adalah pembelajaran hidup.
Anak-anak belajar bahwa sedekah bukan tentang besar kecilnya nominal, melainkan tentang keikhlasan dan konsistensi dalam berbuat baik.
Melalui program ini, SDN 2 Krenceng berkomitmen menanamkan nilai religius sekaligus membentuk generasi yang empati dan berjiwa sosial tinggi.
Semoga langkah kecil yang dimulai dari celengan kertas sederhana ini terus menumbuhkan pohon-pohon kebaikan yang rindang, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang kehidupan anak-anak kelak.
Ramadhan mengajarkan bahwa cahaya kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana. Dan di SDN 2 Krenceng, cahaya itu menyala setiap waktu subuh.
Foto kegiatan







